The Monalisa smile

•Januari 19, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Profesi dan Pekerjaan menurut saya adalah dua hal yang berbeda, jikapun ada kemiripan hal itu hanya terdapat pada pendapatan yang mungkin kita dapatkan dari profesi atau pekerjaan tersebut. Dan sampai sejauh ini, menjawab pertanyaan pada formulir-formulir isian mulai dari Pendaftaran KTP sampai Formulir Pinjaman di Koperasi, Kolom Pekerjaan selalu membuat saya bingung.

Jujur, saya pun tidak mengetahui profesi apa sebenarnya yang sedang saya geluti, dalam waktu 25 jam sehari, saya biasanya mengerjakan lebih dari 4 pekerjaan berbeda. Mulai dari Tengkulak Batu Bata, Sopir Minibus, Dosen, Guru, Web Programer, Konsultan Matematika dan Ekonomi, dan biasanya ditutup dengan menjadi pengaja warnet. Sebagai seorang mahluk Tuhan yang tidak sempurna, saya benar-benar mengoptimalkan panca indra dan kemampuan fisik yang diberikan olehNYA. ada banyak cara untuk mensyukuri nikmat Tuhan bukan ? dan mengoptimalkan kondisi fisik  adalah salah satunya.

Karena begitu banyaknya aktivitas yang berlainan jenis ini, maka kebingunan sering melanda ketika ditanyakan tentang profesi atau pekerjaan, jika saja kata multi bisa di tambahkan pada profession atau job maka formulir-formulir isian tersebut akan saya isi dengan multiprofession atau multijob. dan jika saja saya bisa menyimpulkan satu kata dari profesi dan pekerjaan yang saya geluti, maka kata PENJUAL MULUT adalah salah satu yang tepat, sayang konotasinya sedikit tidak mengenakkan, sama tidak enaknya dengan ide menuliskan kata PENJUAL FISIK di kolom perkerjaan.

Musuh besar dari PENJUAL MULUT atau PENJUAL FISIK  yang selama ini saya geluti adalah kesepian. Yah…kesepian. Dengan optimalisasi waktu bekerja maka istirahat justru sering menjadi musuh, karena ketika istirahat, fikiran akan kembali kosong, dan sang kesepian akan menjadi lawan yang menakutkan. Anda mungkin menganggap persaingan adalah ancaman, tapi buat saya, persaingan di bidang yang saya geluti adalah permainan sekaligus hiburan. Justru Istrirahat lah yang menjadi musuh utama. dan yang paling..paling menakutkan dari istirahat ini adalah bayang-bayang..yah bayang-bayang.

Dan bayang-bayang yang paling menakutkan adalah itu…Bayang-bayang si Monalisa Smile..karena waktu dan semua hukum fisika klasik dan moderen tidak berlaku di dalamnya. Seperti lobang hitam, Monalisa smile yang satu ini.. mempunyai grafitasi yang tidak dapat di lawan..Seperti dementor, dia bisa menghisap seluruh kebahagian…walau pun kadang seperti pelangi, dia mengandung keindahan dengan beragam warna…

Ah..kawan…JIka dimensimu hanya ada ruang dan waktu, maka kau tak akan mampu melawannya…bayang-bayang si monalisa smile…seperti aku yang tak bisa beranjak dari kagum dan sakitku..

Kotamobagu, 19 Januari 2012

…Early morning Sick…

•Januari 8, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

melihat bagaimana monyet itu, mungkin sangat tergantung pada apa kata darwin atau mendel, jika anda adalah penganut darwinisme, maka anda akan melihat monyet sabagai saudara senenek moyang yang gagal berevolusi, dan jika anda adalah seorang mendelisme, maka anda akan melihat monyet sebagai hasil perkawinan silang dari kera dan gorilla, dan sangat mungkin tidak berhubungan sama sekali dengan manusia, ( walau tarzan konon menganggap gorilla sebagai ibunya).

Sudut pandang, yah..sudut pandang sodara-sodara yang ingin saya sampaikan di pagi hari yang menyakitkan ini. Sudut pandang adalah salah satu faktor yang akan membentuk opini tentang sebuah masalah nantinya. Kita pasti sudah akrab dengan pepatah,” gajah di pelupuk mata tidak terlihat, tapi semut di seberang lautan terlihat dengan jelas (kok tidak putis banged tu pepatah yah)”, selain bermaksud memfilosofikan sudut pandang, pepatah itu juga jelas-jelas mengacaukan hukum fisika tentang optik dan perambatan cahaya.  Tetapi jelas, pepatah ini mengandung maksud tentang sudut pandang masalah secara sosiologis.

Mata kadang hanya dapat melihat hal yang ingin kita lihat, bukan seharusnya kita lihat. JIka anda penggemar Keanu Reeves  dengan The Matrix nya, anda pasti tau tipuan pandangan yang ada dalam dunia Matrix, dan bahwa dunia ini sebenarnya hanya program-program yang di rancang untuk di lihat beda oleh panca indra kita. Walau menggunakan logika menggelikan, tapi The Matrix sebagai sebuah Film yang penuh filosofi tentang sudut pandang, mengajarkan kita ( baca saya) tentang dua hal, pertama : betapa berharganya membuat opini tentang sesuatu dengan tidak menyandarkan kepada fakta yang terlihat oleh mata kepala kita ( maksudnya saya), kedua : betapa indahnya bibir si monica belucci.

pagi ini, banyak hal yang terjadi, di mulai dengan mama yang marah-marah karena Listrik padam yang berakibat pada matinya pompa air pada saat beliau sedang semangat-semangatnya membersihkan karung terigu pelapis kandang ayam. Papa yang ngamuk-ngamuk karena tidak ada koran pagi untuk di baca (ini kan hari minggu pa..). Akses internet speedy dari telkom yang sepertinya terlalu berat menyandang namanya. Dan di akhiri dengan matinya air PDAM. yah…Tuhan tidak sedang bermain dadu, tidak ada satu helai daunpun yang jatuh ke bumi tanpa izin sang pencipta, tidak ada kejadian yang terjadi tanpa ada maksud dari sang Maha Kuasa, yang perlu kita sebagai manusia lakukan adalah melihatnya, tidak dengan mata kepala tapi dengan sudut pandang yang lebih dalam.

Dan Alhamdulillah, saya bisa menyimpulan semua hal yang terjadi pagi ini dari sudut pandang yang lebih filososif. Ini bukan cobaan, ini bukan hukuman, ini hanya sebuah pertanda..yah..pertanda yang harus kita maknai…dan untuk kejadian pagi ini..semua bermakna… ARPAN AYO TIDUR LAGI..

Kotamobagu, 08 Januari 2012 (11:57 in Hot SUnday MOrning)

karena aku mencintaimu

•Juni 9, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

ego itu seperti silet, tipis tapi sangat tajam, kecil tapi berbahaya jika di letakkan sembarangan.
ego itu seperti permen karet, enak di kunyah sendirian, tapi akan menyusahkan diri dan orang lain jika di buang sembarangan
ego itu seperti upil, kadang kita keasikan untuk mengutak ngatiknya, tapi lagi-lagi akan merepotkan jika di tempelkan sembarangan.
ego itu seperti ludah, kadang kita tidak tahan untuk membuang, tapi akan jadi masalah jika di keluarkan sembarangan.
ego itu seperti …seperti kita sekarang….

Glory..glory united..

•Mei 14, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Red Devil..a.k.a setan merah, merebut juara premire league yang ke -19 dan mengukuhkan diri sebagai peraih gelar EPL terbanyak. 21 tahun yang lalu ketika Liverpool meraih gelar ke 18 nya, MU baru meraih 7 gelar ELP. dan beruntung buat kita yang jadi saksi hidup, bagaimana alex ferguson merubah sejarah tersebut..mengejar selisih 11 gelar dengan 1 manejer..itu fanastis..

faith..

•Mei 10, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

almarhum kakek, dalam sebuah diskusi sebelum baca doa selamatan (momintahang) dalam rangka keberangkatan ku untuk study sempat menitipkan pesan, Jauhi Zina dan tetaplah yakin, karena zina menjauhkan dari ilmu dan ketidakyakinan menjauhkan rezeki. sekarang semua sedang di uji.
konon katanya imam gazali memang menjauhi zina untuk membuat hapalan al-qur’an nya menjadi mantap. Dan bisanya para pengusaha yang sukses, selain karena perhitungan yang matang juga karena keyakinan bahwa apa yang mereka bisnis-kan dapat menghasilkan keuntungan untuk dirinya…
Hmm..patut di contoh..kembali ke basic ah…Yakin saja…dan istiqomah pada keyakinan..Tuhan tidak akan membawa saya sejauh ini hanya untuk di hancurkan pada akhirnya. walau memang untuk bisa sukses, harus bisa melewati jurang dulu. Semoga ini Jurang ujian, dan bukan Jurang hukuman..

11 Mei 2011, Tengah malam…
Kotamobagu

and time pass it bye…

•Mei 8, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

..hampir setahun tidak menulis blog..dan memang terlalu banyak yang terjadi, umur semakin berkurang dan karya semakin sedikit, waktu luang banyak terbuang untuk mencari tuntunan memenuhi hutang..dan hutang…dulu uang adalah hal yang paling terakhir di khawatirkan karna tak ada beban..skarang justru meringsekkan semua yang harusnya menjadi dominan…
puuffff..capek nya…hidup di kontrol oleh tanggungan dan bukan keinginan..
keluar..pasti ada jalan..yang jadi masalah adalah sampe umur bangkotan belum juga bisa menentukan apa yang jadi tujuan ketika berdiri di persimpangan..
mereset segalanya memang adalah pilihan..tapi waktu..dan tenaga sekarang tidak bisa lagi berteman..tidak seperti dulu ketika belum semua bulu manjadi uban…

kotamobagu 9 mei 2011..tengah malam dalam hati yang bimbang..

19 Oktobr 2009

•Oktober 18, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

..wanna have a Car….

nggak Terasa Udah Hampir 3 Tahun Pegaxus Berdiri..

Asiknya Tiap Taun ada kegiatan baru..I just Hope Next year, i will have a new challenge..

..Terserah..

•April 28, 2009 • 1 Komentar

Terserah Kali ini, sungguh aku takkan peduli…ku tak sanggup lagi…mulai kini semua terserah….HUH!!!! CAPEKKKKKKKK..capek mental ama capek batin.. inginnya tulisan ini di dedikasikan untuk seseorang ITU, tapi mungkin dia tidak akan membacanya…ah entahlah, biar saja..aku hanya ingin menulis hari ini..menulis apa saja…yang dapat diketikkan oleh jari-jari ku yang semakin hari semakin besar..

Manusia itu mungkin produk yang paling unik, kita yang percaya agama, pasti yakin itu, karena memang sangat sulit untuk membuat manusia, kalo hanya untuk membuat “seperti manusia” bukan hal yang rumit, dengan sedikit konfigurasi hardware dan software untuk deteksi kecerdasan buatan, maka jadilah robot. yang rumit dari manusia mungkin adalah mendefinisikan respon terhadap sebuah kejadian, kalo respon terhadap ransang mungkin tidak terlalu rumit, toh panca indra umumnya hanya lima ( Ya ialah namanya juga panca ). dan respon terhadap kejadian ini lah yang membuat manusia beda dengan manusia lain, secara umun mungkin akan ada kesamaan, kek waktu liad jebolnya tanggul situ gintung, kontan umumnya manusia menangis..atau waktu liad Tora Sudiro ciuman ama Surya Saputra, Pasti jadi pengen..( IYAuuuu )…atau waktu baca berita PDIP keukeuh nyalonin Megawati jadi presiden ( Lagi)..pasti semua ketawa..

dan..respon inilah sudara-sudara..yang bikin kegagalan-kegagalan itu datang terus…Jadi seorang introvert, memang sangat sulit untuk bisa memahami dunia di luar dunia diri sendiri..ah, ini mungkin akibat dari begitu lamanya waktu dihabiskan dengan komputer ( entah..ini hanya hipotesis aja).

..mengukung cinta, sebenarnya melawan teori cinta yang selalu saya dengung-dengungkan…CINTA HARUSNYA SEBUAH PEMBEBASAN..tapi memang repot juga kalo harus melawan intuisi yang sangat possesive..atau mungkin ini sebuah respon saja, ketika memang object itu tidak pantas untuk di percayai..

masalah ini menjadi semakin rumit jika bicara tentang percaya atau tidak percaya, karena rukun iman memang hanya 6 dan percaya pada manusia itu tidak ada dalam rukun iman. Mungkin Sebenarnya Tuhan pun melarang manusia untuk percaya pada manusia ( Weks….Maaf :P )…

tapi kata temen..manusia itu di pegang kata-katanya..jadi saling percaya antar sesama manusia, itu sama artinya dengan saling pegang kata-kata..( Boleh Bagitu ? )..

secara ilmiah..ada beberapa langkah metode ilmiah sebenarnya yang tidak saya lakoni untuk mengambil keputusan ini..dan sebenarnarnya saya sudah menghianati ilmu yang selalu saya cerahmahkan di depan mahasiswa…ah entahlah, perasaan ini selalu merespon yang tidak – tidak kepadanya..uh..pusing juga..sepusing tulisan yang tidak berujung pangkal ini..

ah biarlah…Biar waktu yang membuktikan kalo intuisi ini memang salah ( Semoga )..karena jujur, di lubuk hati ini, aku sayang padanya..

hanya untuk kali ini…..cukup !!! …TERSERAH

….memilih…

•April 24, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

….” Orang pintar itu, adalah orang yang tau kalo hidup punya banyak pilihan melangkah…sedangkan orang bodoh itu adalah orang yang punya sedikit pilihan dalam hidupnya..”

Memilih dalam hidup bisa di pengaruhi banyak faktor, bisa karena suka, karena ilmu pengetahuan yang dipelajari secara formal atau bisa juga karena feeling..menurut saya, apapun alasannya, tapi para penjudi lebih mengutamakan feeling dari pada pengetahuan mereka, begitupun para Imam, penceramah, atau mereka yang berkecimpung ke jalan sorga, lebih memilih itu karena ilmu pengetahuan mereka..dan banyak para atlit yang sukses menjalani hidupnya karena mereka suka dengan profesi yang mereka geluti..bukankan pekerjaan yang paling asik adalah pekerjaan yang juga merupakan hobi.

bagaimana dengan cinta..apakah ia bisa memilih ? banyak orang berusaha mengilmiahkan hal yang satu ini, dari mulai penelitian tentang hubungan kiamiawi antar manusia, sampai pada korelasi cinta dan enviropment-nya…bahkan kita sudah sering mendengar logikalisasi istilah ini…kata orang tua dulu, cinta bisa tumbuh karena kedekatan dalam waktu yang lama..( Ini meruntuhkan teori fall in love in the fisrt sight )..

ah..tapi maut, rejeki dan jodoh itu memang rumit untuk di definisikan…apalagi di transformasikan kedalam bentuk persamaan apapun..hubungannya sangat rumit, mungkin karena terlalu banyak variabel di dalamnya..

dan biasanya manusia jika dihadapkan pada permasalahan ini, akan kembali ke kata hati..karena hati dianggap scanner kehidupan paling ampuh..katanya hati tidak bisa berdusta..walau kadang bukan perkara mudah untuk mendefinisikan apa yang di rasakan hati..( Baca Bimbang ).

Relatifitas..yah relatifitas..mungkin benar. karena dia akan menunjukan hasil yang berbeda, tergantung dari pengamatan, baik itu waktu atau posisi…dan relatifitas pula yang kadang membuat hati bimbang..ah..kesimpulannya begini saja

1. Jadilah orang pintar, biar punya banyak pilihan dalam hidup ( disebut memilih, karena memang ada yang harus dipilih, jika hanya satu yang tersedia, namanya bukan memilih )

2.  Einstein ternyata bener-bener serius ketika mengatakan semuanya relatif..

3.  Pilih posisi yang bagus, biar bisa melihat sesuatu dari sisi yang bagus..

4. Jika Bimbang, ingatlah…Jadi Pintar, teori relativitas dan posisi yang bagus..

..ah kuda…bingung gw nulis apa…

MAMA..AKU SAYANG DIA…

•April 18, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

..kotamobagu, 19 April 2009 …

yess..warnet mulai jalan..telkom speedy dah berhasil merambah daerah ini..keknya indonesia on line mulai bukan hanya merupakan angan… DUlu..membayangkan kotamobagu dengan akses internet yang memadai keknya sama kek membayangkan, bunga citra lestari jadi presiden..(ah maaf bucile, kemungkinan ini bukan tidak mungkin, hanya..sedikir rumit..)

..sayangnya…new pegaxus kok keknya hanya menghadirkan bencana sajah..adik yang mulai sakit parah, mama yang kadang nggak jelas maunya apa, papa yang mulai masuk masa post power sindrom, jadi bikin semuanya jadi kompleks. setelah lelah dengan Setting menting jaringan, harusnya kehadiran penenang batin menjadi air di tengah sahara. Tapi apa lancung, kehadiran si tweety imoet dirumah malah menjadi gaduh baru, yang merusak grand launchin new pegaxus.

Merasa bersih, atau merasa benar memang selalu bisa menghadirkan sakit, dan mungkin benar kata gusdur, kalo kebenaran itu tidak bisa dimonopoli, harus ada collective stock untuk sebuah kebenaran, tapi bukannya itu hanya akan menghadirkan tirani mayoritas. ah..standar benar kan sebenarnya absurd, hanya saja norma dan fisik sering di jadikan batas mana yang benar dan mana yang salah, jadinya tirani-tirani hadir, baik itu individu untuk kelompok atau sebaliknya. mungkin ini yang namanya ego dalam takaran yang besar.

yang paling menakutkan dari monopoli kebenaran adalah kurangnya faktor adil dalam menilai sesuatu. kebenaran yang dimonopoli, kadang memangkas faktor second opinion, padahal cara pandang manusia kan berbeda, bukankah retina manusia juga berbeda. dan lebih akan menjadi bencana jika faktor keterbatasan fisik turut campur dalam memonopoli rasa benar, jadinya penilaian berubah menjadi baik tidak baik, bagus tidak bagus yang abstrak…tergantung selera..

faktor benar inilah yang dominan untuk berkata setuju tidak setuju, ikut tidak ikut…dan suka tidak suka..mungkin ini tidak menjadi kompleks jika saja perasaan tidak mengambil proporsi dominan dalam menentukan nilai benar…dan mungkin jika patron jawa tentang bobot, bebet dan bibit untuk menilai seseorang di terjemahkan dalam deretan angka sebagai lambang, maka akan lebih mudah untuk diterima secara empirik…tapi jika bobot, bebet dan bibit dinilai dari perasaan, maka semuanya menjadi tidak jelas….karena batas nilai perasaan tidak bisa diukur…dan inilah mama yang ingin aku untuk kau mengerti…

mungkin naif juga, karena faktor perasaan pun memegang porsi dominan untuk merasa sayang atau tidak sayang, suka atau tidak suka..dan menjadi gaduh ketika perasaan versus perasaan masuk gelanggang…yang ada hanya kecewa, tangis,putus asa..bahkan durhaka..

kumohon Tuhan..jika aku memang harus durhaka, maka jangan tumpahkan air mata di salah satu diantara mereka, wanita-wanita hebat yang tiada tandingnya di dunia…