Profesi dan Pekerjaan menurut saya adalah dua hal yang berbeda, jikapun ada kemiripan hal itu hanya terdapat pada pendapatan yang mungkin kita dapatkan dari profesi atau pekerjaan tersebut. Dan sampai sejauh ini, menjawab pertanyaan pada formulir-formulir isian mulai dari Pendaftaran KTP sampai Formulir Pinjaman di Koperasi, Kolom Pekerjaan selalu membuat saya bingung.
Jujur, saya pun tidak mengetahui profesi apa sebenarnya yang sedang saya geluti, dalam waktu 25 jam sehari, saya biasanya mengerjakan lebih dari 4 pekerjaan berbeda. Mulai dari Tengkulak Batu Bata, Sopir Minibus, Dosen, Guru, Web Programer, Konsultan Matematika dan Ekonomi, dan biasanya ditutup dengan menjadi pengaja warnet. Sebagai seorang mahluk Tuhan yang tidak sempurna, saya benar-benar mengoptimalkan panca indra dan kemampuan fisik yang diberikan olehNYA. ada banyak cara untuk mensyukuri nikmat Tuhan bukan ? dan mengoptimalkan kondisi fisik adalah salah satunya.
Karena begitu banyaknya aktivitas yang berlainan jenis ini, maka kebingunan sering melanda ketika ditanyakan tentang profesi atau pekerjaan, jika saja kata multi bisa di tambahkan pada profession atau job maka formulir-formulir isian tersebut akan saya isi dengan multiprofession atau multijob. dan jika saja saya bisa menyimpulkan satu kata dari profesi dan pekerjaan yang saya geluti, maka kata PENJUAL MULUT adalah salah satu yang tepat, sayang konotasinya sedikit tidak mengenakkan, sama tidak enaknya dengan ide menuliskan kata PENJUAL FISIK di kolom perkerjaan.
Musuh besar dari PENJUAL MULUT atau PENJUAL FISIK yang selama ini saya geluti adalah kesepian. Yah…kesepian. Dengan optimalisasi waktu bekerja maka istirahat justru sering menjadi musuh, karena ketika istirahat, fikiran akan kembali kosong, dan sang kesepian akan menjadi lawan yang menakutkan. Anda mungkin menganggap persaingan adalah ancaman, tapi buat saya, persaingan di bidang yang saya geluti adalah permainan sekaligus hiburan. Justru Istrirahat lah yang menjadi musuh utama. dan yang paling..paling menakutkan dari istirahat ini adalah bayang-bayang..yah bayang-bayang.
Dan bayang-bayang yang paling menakutkan adalah itu…Bayang-bayang si Monalisa Smile..karena waktu dan semua hukum fisika klasik dan moderen tidak berlaku di dalamnya. Seperti lobang hitam, Monalisa smile yang satu ini.. mempunyai grafitasi yang tidak dapat di lawan..Seperti dementor, dia bisa menghisap seluruh kebahagian…walau pun kadang seperti pelangi, dia mengandung keindahan dengan beragam warna…
Ah..kawan…JIka dimensimu hanya ada ruang dan waktu, maka kau tak akan mampu melawannya…bayang-bayang si monalisa smile…seperti aku yang tak bisa beranjak dari kagum dan sakitku..
Kotamobagu, 19 Januari 2012
