Monthly Archives: November 2012

MERPATI TAK PERNAH INGKAR JANJI


Kata ayahku mengukur kualitas seorang manusia itu gampang saja, lihat saja dari janjinya. Seseorang yang dapat memegang dan menepati janjinya, menunjukan kualitas yang lebih baik dari pada yang sebaliknya. Walau terkadang keterbatasan membuat manusia mempunyai banyak alasan untuk tidak menepati janji. Tapi sesungguhnya, konsistensi perkataan dan perbuatan merupakan ukuran kualitas manusia yang sebenarnya.

Konon katanya, merpati adalah salah satu hewan yang sangat menepati janji. Konon katanya, merpati hanya akan berjodoh dengan satu jenis merpati lawannya, dan itu untuk selamanya, seumur hidup. Tapi memang konsep jodoh ini juga dapat memiliki makna beragam, tergantung dari sudut pandang yang dimiliki oleh manusia. Menurut saya, jodoh itu adalah orang yang akan bersama kita seumur hidup. Jadi bukan yang sekarang, bukan yang lalu, tapi yang nanti.

Pagi ini, rencananya, kami sekeluarga akan mengunjungi adik bungsu saya yang ada di Manado. Semalam, sekitar pukul 11, saya melihat seekor merpati jatuh dari atas garasi mobil saya. Sedikit heran juga, karena selama ini tidak ada merpati yang bersarang di atas garasi mobil saya, mungkin ada tapi saya tidak memperhatikannya. Kejadian itu berlalu begitu saja, mungkin merpati itu hanya ngigau dalam mimpinya ketika bertengger dan jatuh, karena begitu buruk mimpinya tersebut. Kejadian itu, walau sedikit membuat saya heran, tapi tidak menjadi bahan pemikiran sepanjang malam.

Paginya, ketika sedang membersihkan mobil, keheranan itu muncul. Merpati yang jatuh semalam, teronggok mati di bawah kolong mobil. Sendirian, begitu tenang. Sambil memanggil tante untuk menguburkan merpati tersebut, saya terpana menatap onggokan bangkai burung paling setia di dunia itu. Dia mati, kedigingan di lantai garasi, mungkin dari semalam, sendirian, tapi begitu tenang. Ah mungkin begitu nasib para pemegang janji jodoh yang abadi.

The Special One


Ada beberapa tahap belajar yang masih saya ingat.

1. Belajar Naik sepeda, Waktu itu, SD kelas 2, umur saya sekitar 5 tahun. Sepeda pertama saya sampai sekarang masih ada. Papa memang seorang perfectsionist, biasanya dia membeli barang yang tingkat keawetannya di atas rata-rata.  Sepeda 4 roda ini, menjadi hadiah rangking satu kala itu. Seingat saya, tidaklah terlalu rumit untuk belajar mengendarai sepeda empat roda ini. Dua minggu setelah dibelikan, saya melepas dua roda bantuan dibelakang, dan jadilah sepeda tersebut memiliki dua roda saja. Disinilah ketegangan belajar naik sepeda dimulai. Persisnya saya tidak ingat lagi, tapi siang malam yang ada dalam ingatan saya waktu itu adalah menaklukan sepeda dua roda ini. Jatuh dan luka bukan menjadi halangan. ah kawan..belajar naik sepeda itu memang special, tak akan membuat mu bosan. Ketegangannya membuat kau takkan bisa tidur siang malam.

2. Belajar Naik motor, waktu itu SMP kelas 2. Rasannya masih hangat di kuping deru nafas papa yang tegang waktu mengajari saya mengedalikan Honda CG110 nya. Dan lagi-lagi, kendaraan itu masih ada sekarang. Masih utuh, papa memang seorang perfectsionist. Barang apapun yang dimilikinya selalu awet. karena pemilihan kualitas barang yang sangat-sangat detail. Motor dapat saya taklukan tidak lebih dari 1 malam. Hanya belajar naik motor tidak setegang ketika belajar naik sepeda. Mungkin karena jatuh dan terluka sudah menjadi hal yang biasa.

3. Belajar Bawa mobil. Ini terjadi ketika kelas 3 SMA. Masih hangat di ingatan bagaimana mobil kantor-nya Ka Riri, tetangga kosan saya di makassar, saya serudukkan di trotoar. Tapi ini juga proses yang tidak terlalu menegangkan. Selain karena itu bukan mobil saya, juga karena kendaraan 4 roda tidak bisa membuat kita jatuh

Ternyata, dari ketiga jenis kendaraan yang bisa saya kuasai ini, belajar naik sepeda-lah yang paling menegangkan. Walau sama-sama beroda dua, belajar sepeda memberikan sensasi tersendiri dibandingkan naik motor, konon kepintaran naik sepeda diperlihatakan dari seberapa kali kita jatuh. Semakin sering jatuh maka semakin ahli mengendarainya.

Sekarang, 11 Novermber 2012.

Rasanya seperti pertama kali naik sepeda. Dag..dig..dug..Tegangnya bukan main. mungkin karena lagi jatuh, walau bukan di atas kendaraan beroda dua, tapi kemungkinan luka membuatnya semakin menagangkan. Selanjutnya, kita lihat saja nanti…

%d blogger menyukai ini: