Ih the Arms of the angel (captain’s Log 19 April 2015 : 11:14)

Suara dering SMS masuk di hp membangunkanku pada ditengah malam pungit ini, “sir siapa anank MM yang namanya W.TAUFIK.WWW, karena di lembar jawaban UN tidak ditulis nomor ujianya”, kata ibu meis, salah seorang anggota panitia Unas yang mengatarkan lembar jawaban untuk di scan di unima. Tim ini berangkat ke tondano, pada hari rabu minggu lalu setelah ujian nasional hari ke-3 selesai. Sejatinya UN untuk SMK berlangsung selama 4 hari, karena hari ke-4 masih ada ujian mata pelajaran produktif, tapi entah kenapa dalam POS pelaksanaan UN, khusus untuk ujian teori produktif, prosesnya dibedakan dengan UN untuk mata pelajaran matematika, bahasa inggris dan bahasa indonesia.

Sialnya, dua hari setelah lembar jawaban hasil UN dikirim untuk proses pemindaian, mentri anis mengeluarkan statemen mengejutkan, UN AKAN DIULANG, konon karna ada 30 varian soal UN yang bocor di internet. Mentri Anis menuduh pihak perum percetakan negara, yang mencetak soal UN, sebagai pihak yang membocorkan soal itu ke internet. Untungnya, soal yang bocor ke publik sebelum pelaksanaan UN itu beredar untuk wilayah aceh dan Yogyakarta, jadi Sulawesi Utara aman. walau itu bukan poinya.

Masalah bocor sepertinya bukan hal yang mengejutkan di negeri ini. Jangankan soal UN atau APBN atau APBD, bahkan rahasia negara pun bisa bocor. Sebagian orang menganggap karena lemahnya sistem pengamanan dan pengawasan pemerintah, Hmmm…buat ku, itu karen karma, yah karma, karena negeri ini suka sekali bergunjing dan bercerita. Sehingga rasanya tidak ada rahasia di negeri ini. Negeri ini sepertinya memang senang sekali berghibah, mulai dari urusan paling kecil, sampai urusan negara. Tidak perlu survey untuk membuktikan premis ini, tengok saja, semua stasiun tv nasional pasti punya acara gosip.

Ada hal aneh dari keinginan sesorang bergosip, biasanya, orang yang ingin bergosip membutuhkan pasokan informasi untuk membungkus gosipnya mejadi ilmiah, seolah analisa dari kesimpulan gosip yang ia sampaikan adalah sesuatu yang valid, dan susahnya lagi, negeri ini paling malas untuk melakukan verivikasi. Sayangnya, jika pasokan informasi tidak memadai, maka ilmu dengar-dengar mulai digunakan. dan disitulah, rangkaian, informasi samar-samar menjadi serasa fakta. bukannya sebuah kebohongan yang dikatakan berulang-ulang, lama-lama akan serasa benar. Padahal negeri ini punya kementrian riset, tapi entah karena dana riset yang sedikit dan aktivitas riset tidak menarik, sampai orang-orang malas melakukan Verifikasi informasi dan riset untuk membuktikan sebuh informasi sebelum disampaikan ke publik. Dan efek dari kesenangan bergosip inilah yang membuat semuanya dinegara ini bocor, mulai dari anggaran, rahasia negara, sampai soal ujian nasional. Dapat korelasinya ? tidak ? hmm..berusahalah sedikir lebih keras.. begini..jika anda senang bergosip, maka anda harus siap digosipkan.  Negara ini senang membocorkan rahasia orang lain, maka tidak perlu heran ketika rahasianya sendiri dibocorkan orang lain. Nah..nah..mulai dapat kan ? pokoknya begitu deh..

Bagi saya, kebocoran soal UN itu salah sistem, bukan salah peserta didik, jadi tidak bijak untuk menghukum peserta didik dengan ujian ulang, jika yang membocorkan adalah pihak percetakan. Boleh saja berkilah bahwa hal ini mengandung ketidakjujuran, tapi salah mentri sendiri tidak membuat pengawasan yang jelas pada proses cetak dan distribusi soal, sehingga bisa bocor. Melakukan ujian ulang, seperti menyuruh mereka mencuci tanganmu yang kotor pak anis. bukankan lebih baik jika nasi sudah menjadi bubur, maka tambahkan saja garam, bumbu dan ayam, sehingga jadi bubur ayam yang enak. Sudah, batalkan saja syarat nilai UN untuk masuk PTN, tambahkan kuota seleksi tulis masuk PTN, lakukan ujian seleksi masuk PTN dengan baik dan benar, mengenai cerita UN anggap selesai, hukum yang yang membocorkan, begitu sudah.

“namanya wabillahiTaufikWalhidayah Wasalammu’alaikumwarahmatullahiwabarakatu bu”, jawab saya kepada ibu meis

“bapaknya namanya siapa sir”, tanya bu meis melalui sms lagi.

“toni bu…lengkapnya SyaiTonirajim”

About mpang

Arpan Parutang ...that's all..

Posted on April 19, 2015, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: