Category Archives: Umum

My Own Family


Dasar pelupa, Sebenarnya tulisan ini ingin dimulai dengan tanggal pernihakan yang baru berlangsung beberapa bulan yang lalu, tapi ya itu, dasar pelupa, tanggalnya pun tak ingat. Untung nama istri-nya masih ingat, karena setiap hari, beliau hanya dipanggil abun. Yah..akhirnya setelah sekian lama, kami saya  pun menikah.

I have my own family right now, with a cute wife and very small home i started it. at least i already have a place that call HOME, a place that there is always be a someone waiting me for going back, and a place that i can mess up without somebody complaining it.

Actually, Build a family is not scary as i though before, it was fun of course in the beginning. But just like another thing that you have to mix, it was always be a mess for a while until you find out the exact formula to blend it. especially in this case which have two different character. But just believe that finally you will have a good formula for it.

everyone said that this is new, just started in a few month, and family is about a lifetime, it doesn’t have a limited time, maybe in a generation. And there are more obstacle that standing in this way, but at least we already started a human habit, which is to continue a humanity. About obstacle, it is another case, and just like a case, it must has a solution.

may god bless my family

(19/8/2018)

Ih the Arms of the angel (captain’s Log 19 April 2015 : 11:14)


Suara dering SMS masuk di hp membangunkanku pada ditengah malam pungit ini, “sir siapa anank MM yang namanya W.TAUFIK.WWW, karena di lembar jawaban UN tidak ditulis nomor ujianya”, kata ibu meis, salah seorang anggota panitia Unas yang mengatarkan lembar jawaban untuk di scan di unima. Tim ini berangkat ke tondano, pada hari rabu minggu lalu setelah ujian nasional hari ke-3 selesai. Sejatinya UN untuk SMK berlangsung selama 4 hari, karena hari ke-4 masih ada ujian mata pelajaran produktif, tapi entah kenapa dalam POS pelaksanaan UN, khusus untuk ujian teori produktif, prosesnya dibedakan dengan UN untuk mata pelajaran matematika, bahasa inggris dan bahasa indonesia.

Sialnya, dua hari setelah lembar jawaban hasil UN dikirim untuk proses pemindaian, mentri anis mengeluarkan statemen mengejutkan, UN AKAN DIULANG, konon karna ada 30 varian soal UN yang bocor di internet. Mentri Anis menuduh pihak perum percetakan negara, yang mencetak soal UN, sebagai pihak yang membocorkan soal itu ke internet. Untungnya, soal yang bocor ke publik sebelum pelaksanaan UN itu beredar untuk wilayah aceh dan Yogyakarta, jadi Sulawesi Utara aman. walau itu bukan poinya.

Masalah bocor sepertinya bukan hal yang mengejutkan di negeri ini. Jangankan soal UN atau APBN atau APBD, bahkan rahasia negara pun bisa bocor. Sebagian orang menganggap karena lemahnya sistem pengamanan dan pengawasan pemerintah, Hmmm…buat ku, itu karen karma, yah karma, karena negeri ini suka sekali bergunjing dan bercerita. Sehingga rasanya tidak ada rahasia di negeri ini. Negeri ini sepertinya memang senang sekali berghibah, mulai dari urusan paling kecil, sampai urusan negara. Tidak perlu survey untuk membuktikan premis ini, tengok saja, semua stasiun tv nasional pasti punya acara gosip.

Ada hal aneh dari keinginan sesorang bergosip, biasanya, orang yang ingin bergosip membutuhkan pasokan informasi untuk membungkus gosipnya mejadi ilmiah, seolah analisa dari kesimpulan gosip yang ia sampaikan adalah sesuatu yang valid, dan susahnya lagi, negeri ini paling malas untuk melakukan verivikasi. Sayangnya, jika pasokan informasi tidak memadai, maka ilmu dengar-dengar mulai digunakan. dan disitulah, rangkaian, informasi samar-samar menjadi serasa fakta. bukannya sebuah kebohongan yang dikatakan berulang-ulang, lama-lama akan serasa benar. Padahal negeri ini punya kementrian riset, tapi entah karena dana riset yang sedikit dan aktivitas riset tidak menarik, sampai orang-orang malas melakukan Verifikasi informasi dan riset untuk membuktikan sebuh informasi sebelum disampaikan ke publik. Dan efek dari kesenangan bergosip inilah yang membuat semuanya dinegara ini bocor, mulai dari anggaran, rahasia negara, sampai soal ujian nasional. Dapat korelasinya ? tidak ? hmm..berusahalah sedikir lebih keras.. begini..jika anda senang bergosip, maka anda harus siap digosipkan.  Negara ini senang membocorkan rahasia orang lain, maka tidak perlu heran ketika rahasianya sendiri dibocorkan orang lain. Nah..nah..mulai dapat kan ? pokoknya begitu deh..

Bagi saya, kebocoran soal UN itu salah sistem, bukan salah peserta didik, jadi tidak bijak untuk menghukum peserta didik dengan ujian ulang, jika yang membocorkan adalah pihak percetakan. Boleh saja berkilah bahwa hal ini mengandung ketidakjujuran, tapi salah mentri sendiri tidak membuat pengawasan yang jelas pada proses cetak dan distribusi soal, sehingga bisa bocor. Melakukan ujian ulang, seperti menyuruh mereka mencuci tanganmu yang kotor pak anis. bukankan lebih baik jika nasi sudah menjadi bubur, maka tambahkan saja garam, bumbu dan ayam, sehingga jadi bubur ayam yang enak. Sudah, batalkan saja syarat nilai UN untuk masuk PTN, tambahkan kuota seleksi tulis masuk PTN, lakukan ujian seleksi masuk PTN dengan baik dan benar, mengenai cerita UN anggap selesai, hukum yang yang membocorkan, begitu sudah.

“namanya wabillahiTaufikWalhidayah Wasalammu’alaikumwarahmatullahiwabarakatu bu”, jawab saya kepada ibu meis

“bapaknya namanya siapa sir”, tanya bu meis melalui sms lagi.

“toni bu…lengkapnya SyaiTonirajim”

a morning coffee story – fade away


15 April 2015, day 3 of Ujian Nasional SMA/SMK.

Semua kalimat akan diakhiri oleh titik, tapi pengalaman tidak ada titiknya. Semua hanya koma, karena sejatinya, akhir dari satu cerita adalah awal dari cerita berikutnya. Setelah tiga tahun mengalami cerita sekolah tingkat menengah, maka ujian ini bukan tes terakhir cerita belajar, ini hanya pintu baru untuk ruang pengetahuan baru yang akan ada, entah formal atau tidak. Umur remaja tidak pernah berulang, ketika keringat dan tenaga sangat berlebih untuk berjuang, maka memeras-nya adalah sebuah kewajiban. Belum waktunya terpedaya nikmatnya berbuat curang, atau terpenjara kreativitas atas nama kebutuhan. Pengetahuan harusnya diterjemahkan sebagai pembuka kebebasan, dan remaja adalah ruang untuk bertahan pada idealisme yang suatu saat nanti mungkin harus tergerus kata bijaksana, hanya sekarang belum saatnya bijaksana. satu saja yang jangan, yaitu perbuatan merugikan orang lain, itu zalim, baik untukmu yang baru membuka pintu dewasa maupun mereka yang telah uzur di makan usia.

Ujian Bahasa Indonesia, Matematika, bahasa inggris maupun produktif, hanya soal-soal yang harus dijawab dan tidak untuk mengukur taraf bahagia pada hidupmu nantinya. Jadi, jikapun hasilnya tidak memuaskan, anggap saja itu bagian dari cerita tidak bertitik, tidak perlu menyesal, karena Tuhan telah membuatmu dengan sempurna, maka jalanilah hidupmu dengan sempurna. Kamu mungkin ikan yang tidak bisa diukur dari kemampuanmu memanjat pohon, jadi perlakukan ujian sebagai kerikil saja untuk kau injak dan rasakan sakitnya ketika melangkah, atau sesuatu yang harus kau singkirkan untuk memuluskan jalanmu, atau…kumpulkan saja dan jual, untuk menebalkan uang jajanmu..sesimpel itu.

jangan biarkan orang lain menjadi hakim dalam cerita hidupmu, karena yang lebih tau dirimu adalah kamu, walau sesekali perlulah kau bercermin untuk melihat apa ada noda tinta di pipi manismu yang mulai berjerawat. Tapi ingat, sebanyak apapun noda di pipimu, kamulah yang harus membersihkannya, orang lain hanya jadi komentator ketika melihat, sedikit yang peduli dan memberimu tisyu.

Aku akan menua, begitupun kamu, dan cerita kita akan mulai berbeda. Pada pintu berikutnya, aku tidak ada lagi disana, semua yang kutakatan mungkin tidak akan abadi dalam ingatanmu, karena memori kepalamu yang jenius isinya sangat banyak. Jadi apapun kamu nanti, aku tidak akan pernah menyesal, karena semua mantra telah kuajarkan, sekarang tinggal bagaimana kamu menggunakan. Mantra itu bisa membunuh dan bisa menyembuhkan, lafaz-kan saja saat kamu perlu, kegunaannya akan menyesui dengan inginmu.

JIkapun kita tidak akan pernah bersua, sampai umur habis, ingatlah disana ada surga, itu kata guru agama kita. Dimana aku, kamu dan mereka akan bersama……..dan itu untuk selamanya

GUNDAH


waktu sudah cukup larut, pukul 1.50 pagi dunia bagian sini sudah sangat gelap, dingin dan sepi. Secangkir susu putih yang menemani di depan layar monitor komputer tidak cukup memberikan energi positive untuk menemukan ide ditengah pesanan skripsi ini. Sebenarnya materinya mudah, dan kepala sudah penuh dengan teori, hanya saja, jari masih sangat kaku untuk menari di atas tuts keyboar yang penuh dengan abu rokok berbagai merek dan warna.

Menerima pesanan skripsi seperti memercikkan ludah sendiri di wajah. Ini yang paling dibenci dari dulu, tapi tak bisa dihindari saat ini. Ah, ambil positifnya saja, mari jadikan hal ini sebagai ajang untuk kembali mengasah ilmu, sama-sama untung, yang memesan selesai hajatnya, dan yang membuat pesanan mendapat manfaatnya.

Tidur selepas magrib dan bangun tengah malam memang bukan hal baru, toh lakon ini bahkan sudah dilakukan sejak dari sma dahulu. Tapi tetap saja tidak membuatnya membunuh gundah. padahal  berteman dengan udara dingin dan sepi adalah hal biasa. Ah, hibur saja hati ini. Setiap Pejuang memang selalu merasa kesepian dalam jalannya.

Umur tak lagi muda, energi tak sehebat semula, serta waktu benar-benar menunjukan kedigdayaan membunuh kreativitas, pengetahuan dan emosi. Memperhitungkan langkah menjadi kontradiksi dengan kenekatan yang biasanya malah menjadi modal bergerak. Kreativitas di kukung oleh kewajiban untuk dewasa bertindak. Pengetahuan menjadi tumpul karena efek keberanian mengambil keputusan yang terlalu banyak memperhitungkan variabel-variabel sosial. Dan semua energi negative itu bertambah kuat dengan dingin dan sepi yang tak pernah mau menjauh.

Bolak balik buku tak juga menghilangkan rindu…Rindu padamu..pada kebabasan..pada kreativitas..pada keberanian..dan pada pengetahuan..

Pemilihan


Akhirnya Kota kecilku punya pemimpin baru, Walau rekapitulasi hasil perhitungan suara pemilukada belum di rilis oleh KPU, tapi dari data yang dimiliki oleh beberapa pihak, termasuk oleh KPU sendiri, pasangan yang sejatinya imcumbent juga, walau hanya dalam posisi wakil walikota berhasil memenangi pertarungan. Yang hebatnya, pasangan ini mengalahkan petahana dengan skor telak, 53% lawan 38%..atau kira-kira selisih lebih dari 10.000 suara….SEPULUH RIBU SUARA…saya kira itu sangat – sangat signifikan untuk kota yang jumlah pemilihnya hanya 87ribuan orang.

Memilih pemimpin memang tidak menjanjikan sebuah kemajuan, tapi minimal bisa memberikan harapan bahwa akan ada sesuatu yang berubah. Entah berubah maju atau berubah mundur. Toh yang menarik dari perjalanan waktu adalah efek perubahan yang menyertainya. Berubah baik atau berubah buruk itu memang suatu masalah juga, tapi berdiam dengan kondisi ada dan jelas-jelas buruk, itu adalah kesalahan.

Dalam pemilihan seorang pemimpin yang melekat kewenangan memutuskan di dalamnya, sejatinya kemengan adalah sebuah tantangan, tantangan untuk berubah dan menampung ekspektasi yang kadang malah di luar jangkauan nalar. Untuk pemimpin terpilih yang sekelas walikota, ekspektasi dari pendukung merupakan campuran dari harapan, doa dan dendam. Dan itu bisa menjadi masalah baru.

Setumpuk masalah telah menunggu buat pemimpin baru, dan kita warga yang mengakuinya, setumpuk harapan dan doa kita sertakan, serta kerja untuk kemajuan orang-orang tercinta. Jangan sampai larut dalam euforia. Semua telah selasai, saatnya menyinsingkan lengan baju lagi dan mulai berkarya..Ingat…Pemimpin bisa berganti, tapi kita yang tetap berdiri di atas tanah inilah yang menentukan, kurva naik turun mana yang akan ada…Kita..kawan..kita yang punya kota…yang katanya untuk semua..

 

 

MERPATI TAK PERNAH INGKAR JANJI


Kata ayahku mengukur kualitas seorang manusia itu gampang saja, lihat saja dari janjinya. Seseorang yang dapat memegang dan menepati janjinya, menunjukan kualitas yang lebih baik dari pada yang sebaliknya. Walau terkadang keterbatasan membuat manusia mempunyai banyak alasan untuk tidak menepati janji. Tapi sesungguhnya, konsistensi perkataan dan perbuatan merupakan ukuran kualitas manusia yang sebenarnya.

Konon katanya, merpati adalah salah satu hewan yang sangat menepati janji. Konon katanya, merpati hanya akan berjodoh dengan satu jenis merpati lawannya, dan itu untuk selamanya, seumur hidup. Tapi memang konsep jodoh ini juga dapat memiliki makna beragam, tergantung dari sudut pandang yang dimiliki oleh manusia. Menurut saya, jodoh itu adalah orang yang akan bersama kita seumur hidup. Jadi bukan yang sekarang, bukan yang lalu, tapi yang nanti.

Pagi ini, rencananya, kami sekeluarga akan mengunjungi adik bungsu saya yang ada di Manado. Semalam, sekitar pukul 11, saya melihat seekor merpati jatuh dari atas garasi mobil saya. Sedikit heran juga, karena selama ini tidak ada merpati yang bersarang di atas garasi mobil saya, mungkin ada tapi saya tidak memperhatikannya. Kejadian itu berlalu begitu saja, mungkin merpati itu hanya ngigau dalam mimpinya ketika bertengger dan jatuh, karena begitu buruk mimpinya tersebut. Kejadian itu, walau sedikit membuat saya heran, tapi tidak menjadi bahan pemikiran sepanjang malam.

Paginya, ketika sedang membersihkan mobil, keheranan itu muncul. Merpati yang jatuh semalam, teronggok mati di bawah kolong mobil. Sendirian, begitu tenang. Sambil memanggil tante untuk menguburkan merpati tersebut, saya terpana menatap onggokan bangkai burung paling setia di dunia itu. Dia mati, kedigingan di lantai garasi, mungkin dari semalam, sendirian, tapi begitu tenang. Ah mungkin begitu nasib para pemegang janji jodoh yang abadi.

The Special One


Ada beberapa tahap belajar yang masih saya ingat.

1. Belajar Naik sepeda, Waktu itu, SD kelas 2, umur saya sekitar 5 tahun. Sepeda pertama saya sampai sekarang masih ada. Papa memang seorang perfectsionist, biasanya dia membeli barang yang tingkat keawetannya di atas rata-rata.  Sepeda 4 roda ini, menjadi hadiah rangking satu kala itu. Seingat saya, tidaklah terlalu rumit untuk belajar mengendarai sepeda empat roda ini. Dua minggu setelah dibelikan, saya melepas dua roda bantuan dibelakang, dan jadilah sepeda tersebut memiliki dua roda saja. Disinilah ketegangan belajar naik sepeda dimulai. Persisnya saya tidak ingat lagi, tapi siang malam yang ada dalam ingatan saya waktu itu adalah menaklukan sepeda dua roda ini. Jatuh dan luka bukan menjadi halangan. ah kawan..belajar naik sepeda itu memang special, tak akan membuat mu bosan. Ketegangannya membuat kau takkan bisa tidur siang malam.

2. Belajar Naik motor, waktu itu SMP kelas 2. Rasannya masih hangat di kuping deru nafas papa yang tegang waktu mengajari saya mengedalikan Honda CG110 nya. Dan lagi-lagi, kendaraan itu masih ada sekarang. Masih utuh, papa memang seorang perfectsionist. Barang apapun yang dimilikinya selalu awet. karena pemilihan kualitas barang yang sangat-sangat detail. Motor dapat saya taklukan tidak lebih dari 1 malam. Hanya belajar naik motor tidak setegang ketika belajar naik sepeda. Mungkin karena jatuh dan terluka sudah menjadi hal yang biasa.

3. Belajar Bawa mobil. Ini terjadi ketika kelas 3 SMA. Masih hangat di ingatan bagaimana mobil kantor-nya Ka Riri, tetangga kosan saya di makassar, saya serudukkan di trotoar. Tapi ini juga proses yang tidak terlalu menegangkan. Selain karena itu bukan mobil saya, juga karena kendaraan 4 roda tidak bisa membuat kita jatuh

Ternyata, dari ketiga jenis kendaraan yang bisa saya kuasai ini, belajar naik sepeda-lah yang paling menegangkan. Walau sama-sama beroda dua, belajar sepeda memberikan sensasi tersendiri dibandingkan naik motor, konon kepintaran naik sepeda diperlihatakan dari seberapa kali kita jatuh. Semakin sering jatuh maka semakin ahli mengendarainya.

Sekarang, 11 Novermber 2012.

Rasanya seperti pertama kali naik sepeda. Dag..dig..dug..Tegangnya bukan main. mungkin karena lagi jatuh, walau bukan di atas kendaraan beroda dua, tapi kemungkinan luka membuatnya semakin menagangkan. Selanjutnya, kita lihat saja nanti…

Mnyebalkan


Dicurangi atau mencurangi memang hal yang bisa, jujur saja dalam hidup ini tidak mungkin kita tidak pernah berbuat curang. Mungkin dalam hal-hal serius, kita tidak berbuat curang, semisal mencotek saat ujian atau mengaku makan gorengan 3 buah padahal ngambilnya 10 buah, atau paling tidak menukarkan sendal butut di masjid yang tingkat keparahannya sama seperti mencuri mangga tetangga.

Nobody perfect, kadang kecurangan itu ditujukan untuk sekedar guyon atau bukti dari sebuah keberanian. Ketika bermain PS atau bermain sepakbola atau game misalnya, menggunakan cheat adalah kesenangan lain selain bermain permainan itu sendiri.

ceritanya akan menjadi lain jika yang berbuat curang itu adalah orang yang kita sayangi. cieee..

Kesulitan komunikasi membuat kecurangan kadang hanya mengahasilkan gerutu dan status-satus patah hati. atau makian-makian. seperti, GILIRAN NGANA BUTUH NGANA BILANG “SAYANG..AYAH..” GILIRAN NGANA NDAK BUTUH NGANA BILANG “..NGONI..NGANA”…tragis memang, se tragis belanda yang sedang berada di ujung tanduk..

Tugas pemrograman Internet


Nama – nama yang telah memasukkan Tugas Mid Semester untuk Pemrograman Internet adalah SBB

1 Rahmat Cahyadi Tongkasi
2 Memey Walukow ( Blognya tak ada isinya cek di http://memeywalukow.blogspot.com/ )
3 Jeksen Walukow ( ini juga tak ada isinya ..cek di http://jeksenwalukow.blogspot.com/ )
4 Saiful Bahry Mokodongan
5 Darmadi Santoso
6 Rusbandi Paputungan
7 Iwan Potabuga
8 Chendy A.P. Polakitan
9 Evy Triana Mamangkay
10 Yuliana Tungkagi
11 Sumaryati Rusdin
12 Fatmawati Palebo
13 Gabriel Dimas
14 Geri Tobing ( Ini hanya mengirimkan email tanpa ada alamat web )
15 Marcelino Mangundap (ini juga, emailnya kosong, alamat web nya tidak ada )
16 Mentari M. Suangi
17 M. Ismail Paputungan
18 Mustafa Ahmad
20 Retia Mokodongan
21 Aan Nurjanah
22 Siti maysitha

Kepada Yang namanya belum tercantum di daftar ini, segera memasukkan Tugas Mid Semester sampai dengan sebentar malam (7 Juni 2012) Pukul 12.00 Tengah Malam.

Yang terlupakan


Kenapa orang-orang selalu menyarankan mengambil hikmah dari sebuah kejadian, mungkin karena kebanyakan kita menyadari benar dan salah apa yang kita perbuat setelah perbuatan itu dilakukan. Jarang sekali orang bisa menilai sesuatu sebelum sesuatu itu dilakukan. Makanya untuk hal-hal khusus, seperti ujian atau pertandingan, biasanya selalu di adakan try out atau try ini yang kira-kira terjemahan bebasnya adalah Coba masuk dan keluar-kan ( namanya juga bebas ).

Hari ini setelah Ujian Final Metode Numerik selesai, ada beberapa mahasiswa yang baru menyadari kesalahan jawaban yang mereka berikan, sebagian meminta ujian ulang, sebagian lagi pasrah dengan hasil yang ada. Hal ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru, toh biasanya juga setelah ujian dilangsungkan, baru jawaban benar di dapat, logikanya, karena soal sudah diketahui, dan biasanya ketika menjawab pertanyaan dalam kondisi tidak tertekan seperti ujian, semua akan menjadi lebih mudah. AH, nak..itulah kenapa dinamakan ujian, karena selain menguji tentang materi ajar, juga menguji bagaimana menghadapi tekanan.

Ingat-ingatlah, ketika masih duduk di bangku SD, atau SMP atau SMA atau PT, biasanya materi pelajaran SD akan menjadi lebih mudah ketika kita berada di bangku SMP, dan demikian seterusnya, disamping karena faktor kedewasaan dan kecerdasan yang mulai meningkat, biasanya juga karena faktor tekanan yang berbeda ketika situasi berbeda pula.

Metode Numerik contohnya, Sewaktu jaman kuliah dulu, saya hanya mendapat nilai B untuk mata kuliah ini. dan perasaan ini salah satu mata kuliah yang sedikit rumit, karena menghitung bentuk-bentuk matematika dengan metode-metode pendekatan dan langkah-langkah yang panjang alias Iterasi. Tapi sekarang, ketika mengajarkannya kepada mahasiswa, mata kuliah ini saya rasa menjadi salah satu yang ter-empuk..akakakakakka..

Tapi, lebih dari itu semua, Belajar itu bukan hanya tentang nilai, buat saya, nilai sebenarnya tidak menentukan siapa kita sebenarnya. Dosen atau guru hanya mengetahui sedikit tentang kita, dan mereka berhak menilai atas dasar topik yang mereka berikan kepada kita, tapi kualitas kita sesungguhnya tidak ditentukan oleh A, B, atau C di lembar Kartu Hasil Studi. Kita adalah apa yang kita fikirkan dan lakukan, menyadari kesalahan sesudah melakukan sesuatu, semisal ujian Metode Numerik, sebenarnya telah memperlihatkan kualitas kita yang di atas rata-rata….cam kan itu anak-anakku..akakakakakaka..jadi kalaupun tidak ada ujian perbaikan, anggap saja ini merupaka monumen kesembronoan yang tidak akan diulangi lagi pada kesempatan berikutnya.

Sore ini, winamp player sedang mendendangkan lagunya iwan fals, Yang Terlupakan, ini juga paradoks kawan, judulnya terlupakan tapi membuat semua memori itu kembali datang…bener juga kata iwan, seribu sesal di depan mata seperti menjelma kala memberimu dosa…Maaf memang tidak selalu menjadi jawaban kawan. Segala sesuatu yang kusut memang rada sulit untuk dibuat mejadi mulus lagi. Tapi biarlah kawan, ini monumen kesalahan yang semoga tidak akan terulang lagi..

 

 

 

 

%d blogger menyukai ini: