Arsip Blog

Tugas pemrograman Internet


Nama – nama yang telah memasukkan Tugas Mid Semester untuk Pemrograman Internet adalah SBB

1 Rahmat Cahyadi Tongkasi
2 Memey Walukow ( Blognya tak ada isinya cek di http://memeywalukow.blogspot.com/ )
3 Jeksen Walukow ( ini juga tak ada isinya ..cek di http://jeksenwalukow.blogspot.com/ )
4 Saiful Bahry Mokodongan
5 Darmadi Santoso
6 Rusbandi Paputungan
7 Iwan Potabuga
8 Chendy A.P. Polakitan
9 Evy Triana Mamangkay
10 Yuliana Tungkagi
11 Sumaryati Rusdin
12 Fatmawati Palebo
13 Gabriel Dimas
14 Geri Tobing ( Ini hanya mengirimkan email tanpa ada alamat web )
15 Marcelino Mangundap (ini juga, emailnya kosong, alamat web nya tidak ada )
16 Mentari M. Suangi
17 M. Ismail Paputungan
18 Mustafa Ahmad
20 Retia Mokodongan
21 Aan Nurjanah
22 Siti maysitha

Kepada Yang namanya belum tercantum di daftar ini, segera memasukkan Tugas Mid Semester sampai dengan sebentar malam (7 Juni 2012) Pukul 12.00 Tengah Malam.

Yang terlupakan


Kenapa orang-orang selalu menyarankan mengambil hikmah dari sebuah kejadian, mungkin karena kebanyakan kita menyadari benar dan salah apa yang kita perbuat setelah perbuatan itu dilakukan. Jarang sekali orang bisa menilai sesuatu sebelum sesuatu itu dilakukan. Makanya untuk hal-hal khusus, seperti ujian atau pertandingan, biasanya selalu di adakan try out atau try ini yang kira-kira terjemahan bebasnya adalah Coba masuk dan keluar-kan ( namanya juga bebas ).

Hari ini setelah Ujian Final Metode Numerik selesai, ada beberapa mahasiswa yang baru menyadari kesalahan jawaban yang mereka berikan, sebagian meminta ujian ulang, sebagian lagi pasrah dengan hasil yang ada. Hal ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru, toh biasanya juga setelah ujian dilangsungkan, baru jawaban benar di dapat, logikanya, karena soal sudah diketahui, dan biasanya ketika menjawab pertanyaan dalam kondisi tidak tertekan seperti ujian, semua akan menjadi lebih mudah. AH, nak..itulah kenapa dinamakan ujian, karena selain menguji tentang materi ajar, juga menguji bagaimana menghadapi tekanan.

Ingat-ingatlah, ketika masih duduk di bangku SD, atau SMP atau SMA atau PT, biasanya materi pelajaran SD akan menjadi lebih mudah ketika kita berada di bangku SMP, dan demikian seterusnya, disamping karena faktor kedewasaan dan kecerdasan yang mulai meningkat, biasanya juga karena faktor tekanan yang berbeda ketika situasi berbeda pula.

Metode Numerik contohnya, Sewaktu jaman kuliah dulu, saya hanya mendapat nilai B untuk mata kuliah ini. dan perasaan ini salah satu mata kuliah yang sedikit rumit, karena menghitung bentuk-bentuk matematika dengan metode-metode pendekatan dan langkah-langkah yang panjang alias Iterasi. Tapi sekarang, ketika mengajarkannya kepada mahasiswa, mata kuliah ini saya rasa menjadi salah satu yang ter-empuk..akakakakakka..

Tapi, lebih dari itu semua, Belajar itu bukan hanya tentang nilai, buat saya, nilai sebenarnya tidak menentukan siapa kita sebenarnya. Dosen atau guru hanya mengetahui sedikit tentang kita, dan mereka berhak menilai atas dasar topik yang mereka berikan kepada kita, tapi kualitas kita sesungguhnya tidak ditentukan oleh A, B, atau C di lembar Kartu Hasil Studi. Kita adalah apa yang kita fikirkan dan lakukan, menyadari kesalahan sesudah melakukan sesuatu, semisal ujian Metode Numerik, sebenarnya telah memperlihatkan kualitas kita yang di atas rata-rata….cam kan itu anak-anakku..akakakakakaka..jadi kalaupun tidak ada ujian perbaikan, anggap saja ini merupaka monumen kesembronoan yang tidak akan diulangi lagi pada kesempatan berikutnya.

Sore ini, winamp player sedang mendendangkan lagunya iwan fals, Yang Terlupakan, ini juga paradoks kawan, judulnya terlupakan tapi membuat semua memori itu kembali datang…bener juga kata iwan, seribu sesal di depan mata seperti menjelma kala memberimu dosa…Maaf memang tidak selalu menjadi jawaban kawan. Segala sesuatu yang kusut memang rada sulit untuk dibuat mejadi mulus lagi. Tapi biarlah kawan, ini monumen kesalahan yang semoga tidak akan terulang lagi..

 

 

 

 

%d blogger menyukai ini: